Tampilkan postingan dengan label kronologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kronologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 April 2017

BENCET PENUNJUK WAKTU ABADI






Oleh
Y. Setiyo Hadi
Penggagas dan Pengelolah Rumah Sejarah
Museum Boemi Poeger


Bencet merupakan sebutan dalam bahasa Jawa untuk menunjuk alat penentu waktu yang umumnya ditemukan pada. masjid-masjid lama di Pulau Jawa, serta Nusantara. Prinsip dari bencet merupakan alat penentu waktu dengan menggunakan sistem matahari (syamsiah).

Bencet, umumnya, diletakkan pada ruang terbuka sehingga dengan mudah mendapatkan sinar matahari. Bencet memiliki sebuah gnomon atau tongkat yang ditancapkan tegak lurus pada bidang datar atau tempat terbuka sehingga sinar matahari tidak terhalang. Ini merupakan dasar dari jam matahari, yaitu gnomon / tongkat dijadikan alat sebagai penunjuk jam.

Dasar utama dari jam sistem matahari bermula tatkala manusia purba dulu kala melakukan pengamatan terhadap bayangan yang dihasilkan oleh pohon akibat sorotan sinar matahari. Terlihat bahwa bayangan akan memendek ketika pagi hari kemudian memanjang setelah melewati tengah hari.

Pengamatan manusia terhadap perubahan panjang bayangan yang dihasilkan sebuah pohon (kemudian diganti dengan tongkat) mulai pagi kemudian siang sampai sore ini menjadi dasar dari jam sistem matahari. Bayangan yang dihasilkan pohon / tongkat saat matahari terbit adalah dua kali dari tinggi pohon / tongkat dan memendek sampai siang hari. Lewat tengah hari, kembali bayangan pohon / tongkat memanjang sampai dua kali panjang pohon / tongkat sampai tenggelamnya matahari.

Penggunaan jam matahari ini telah digunakan di Mesir Kuno pada abad 15 Sebelum Masehi. Jam matahari ditemukan menggunakan gnomon berbentuk tugu pada naskah Mesir sekitar tahun 1450 Sebelum Masehi yang digunakan sebagai penunjuk waktu dan penentu kalender.


Pustaka:
Charles M. Huffer dkk, An Introduction To Astronomy, New York: Holt, Rinehart and Winston. Inc., 1973.
Rene R.J. Rohr, Sundial History, Theory and Practice, New York: Dover Publications. Inc., 1996.
Tri Hasan Bashori, “Akurasi Bencet Masjid Tegalsari Laweyan Surakarta Sebagai Petunjuk Waktu Hakiki” Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Program Strata 1 (S.1) Dalam Ilmu Syariah, Program Studi Ilmu Falak Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang 2014.

Rabu, 19 April 2017

KRONOLOGI




Oleh Y. Setiyo Hadi
Penggagas dan Pengelola Rumah Sejarah


Kronologi, bermula dari dua kata dari bahasa Yunani, chronos dan logos. Chronos berarti waktu, sedangkan logos adalah ilmu. Kronologi adalah ilmu tentang waktu. Pemakaian istilah kronologi seringkali digunakan pada dunia hokum dan sejarah.


Urutan waktu (kronologi) sering kali dipakai oleh pihak kepolisian untuk melihat berbagai peristiwa kriminal atau hukum berdasar urutan kejadian peristiwa dari awal kejadian sampai dampak yang terjadi. Urutan waktu ini sangat bermanfaat bagi mengungkap motif dan penyebab terjadinya suatu peristiwa criminal atau hukum.


Sejarah sebagai kajian tentang peristiwa masa lalu melihat urutan waktu kejadian atau kronologi sebagai factor penting dalam menjelaskan dan menarasikan peristiwa bersejarah. Di dalam urutan waktu terjadinya suatu peristiwa akan terlihat tahapan-tahapan terjadi suatu peristiwa, sehingga mempermudah untuk menginterpretasi dan menganalisa peristiwa tersebut dalam kontek apa terjadinya.


Pembahasan tentang kronologi dalam peranannya sebagai alat analisa dalam kajian sejarah diungkapkan oleh D.H. Hegewisch dalam bukunya yang berjudul Introduction To Historical Chronology (Burlington: Chauncey Godrich, 1837). Kronologi, dalam pandangan Hegewisch, adalah ilmu (the science) yang menentukan berbagai hubungan dari berbagai bagian yang berbeda dari waktu (time), yang melihat magnitude (besarnya) atau duration (lamanya) dari waktu, dan melihat dari succession (perubahan atau pergantian) atau order (urutannya).


Kronologi, lebih lanjut, untuk bagaiman mengukur (measure) dan membedakan (distinguish) bagian-bagian atau potongan-potongan dari waktu. Makna yang diperoleh dari membeda-bedakan ini akan mendapatkan penjelasan tentang bagian tersebut secara terinci.


Pembahasan kronologi membagi waktu dalam berbagai bagian. Seperti: tahun, bulan, hari dan sebagainya. Dalam kajian kronologi sebagai ilmu, kronologi terkait bagian-bagian dari waktu membagi waktu dalam dua bagian pokok, yaitu:
  1. Bagian waktu masa lalu, di dalam memuat berbagai peristiwa yang telah terjadi; 
  2. Bagian waktu sekarang atau masa depan, yang sedang terjadi atau yang terus atau akan terjadi.


Pentingnya pembahasan kronologi menolong sekali pengkajian sebagai ilmu dalam dua hal. Pertama, memperjelas berbagai hal yang prinsip dari urutan ilmu pengetahuan sejarah. Kedua, menjelaskan urutan waktu dari kejadian suatu dalam kehidupan sosial sehingga terlihat faktor penyebab, proses, dan akibat dari peristiwa yang dikaji..


Jember, 19 April 2017